Thursday, May 19, 2016

author photo
doa qunut doa sholat dhuha doa iftitah ceramah singkat sholat tahajud doa setelah sholat khutbah jumat lengkap doa setelah adzan doa untuk orang sakit bacaan doa buka puasa doa selamat doa setelah sholat dhuha doa mandi wajib doa setelah sholat doa masuk kamar mandi doa masuk masjid doa akhir tahun doa bangun tidur doa untuk orang tua doa naik kendaraan sholat hajat doa nurbuat shalat istikharah doa sebelum tidur doa bercermin doa setelah sholat tahajud doa sebelum belajar doa pagi hari doa ziarah kubur doa setelah wudhu doa keluar rumah doa pernikahan doa untuk orang meninggal doa tahlil khutbah jumat lengkap doa witir doa untuk yang baru menikah tata cara sholat jenazah doa masuk rumah doa belajar doa turun hujan doa minum air zam zam niat zakat fitrah doa nabi yunus khutbah jumat menyentuh hati doa wudhu doa untuk pengantin ceramah lucu doa ulang tahun kumpulan ceramah agama islam doa makan doa penutup majelis ayah kukirimkan doa teks ceramah agama shalat istikharah doa sholat khutbah jumat terbaru 2018 niat puasa teks ceramah islam doa sebelum makan doa ketika hujan ceramah agama islam singkat doa kamilin bacaan tahiyat akhir doa nabi sulaiman doa bersetubuh lagu cinta dalam doa doa khatam quran doa sholat tarawih doa malaikat tuhan ceramah uas doa sehari hari bacaan sholat doa tolak bala kumpulan doa doa nabi musa doa untuk anak doa sapu jagat khutbah jumat pdf doa ramadhan ceramah singkat 5 menit

Apakah Hukumnya Menunda membayar Hutang Puasa Hingga Ramadhan Berikutnya?

Izzu Islam. Puasa pada bulan Ramadhan adalah sebuah kewajiban bagi setiap muslim yang memenuhi syarat wajib puasa. Jika saja ada halangan yang syar'i yang membuat seseorang membatalkan puasa Ramadhan, maka wajib baginya mengganti hari lain di luar bulan Ramadhan. Hal ini sudah disampaikan Allah SWT  pada QS: Al-Baqarah 185

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ , وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا أَوْ عَلى سَفَرٍ فَعِدَّةٍ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Barangsiapa diantara kalian yang mendapati bulan (Ramadhan) maka hendaklah ia berpuasa, dan barangsiapa yang sakit atau bepergian (lalu ia tidak berpuasa) maka (wajib baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkannya di hari yang lain.”Al Baqorah : 185.

Turunnya ayat ini memberikan petunjuk bagi seseorang yang meninggalkan puasa karena alasan Syar'i boleh menggantinya sejumlah hari yang ditinggalkan, sedangkan yang meninggalkan puasa dengan sengaja dan tanpa adanya alasan yang dibolehkan maka wajibnya bagaimana membayar denda (Kafarat Sengaja Membatalkan Puasa) dan menjadi hutang yang kelak ditagih di Akhirat.

Namun bagaimana hukum menggantinya dan kapankah waktunya? waktu mengganti puasa di bulan ramadhan boleh dilakukan sepanjang tahun di luar bulan Ramadhan sedangkan perkara apabila telah sampai pada bulan Ramadhan Berikutnya, maka hukumnya harus disegerakan apabilan bulan Sya'ban telah tiba. Sebagaiman hadits yang sampaikan oleh Aisyah RA

كَانَ يَكُوْنُ عَلَيَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ فَمَا أَسْتَطِيْعُ أَنْ أَقْضِيَهُ إِلاَّ فِي شَعْبَانَ
 
Dahulu kami memiliki tanggungan/hutang puasa Ramadhan, dan tidaklah aku sempat mengqodho’nya (yakni terus tertunda) kecuali setelah sampai bulan Sya’ban (yakni terus tertunda hingga tiba bulan Sya’ban berikutnya). (HR. Al-Bukhari, Bab Kapan Menunaikan Qodho’ Puasa, no.1950)

Dari perintah ini sangat jelas bahwa sanya hutang puasa Ramadhan yang tertanggung harus segera ditunaikan paling lambat pada bulan Sya'ban dan apabila tidak sempat maka hendaknya beristigfar kepada Allah SWT karena telah menunda mengqhoda puasanya hingga tiba Ramadhan keudian berjanji untuk tidak menyepelekan perkara Qhodo puasa.

Apabila yang bersangkutan meninggal dunia sebelum sempat membayar hutang puasa yang dimiliki baik itu hutang karena Syar'i ataupun denda kafarat maka ahli waris hendaknya membayarkan utang tersebut sesuai dengan ketentuan. Karena Hutang adalah suatu perkara yang tidak akan terhapus meskipun mati di jalan Allah.
 
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ رَجُلاً قُتِلَ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ أُحْيِىَ ثُمَّ قُتِلَ مَرَّتَيْنِ وَعَلَيْهِ دَيْنٌ مَا دَخَلَ الْجَنَّةَ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ دَيْنُهُ
 
“Demi yang jiwaku ada ditanganNya, seandainya seorang laki-laki terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu dia terbunuh lagi dua kali, dan dia masih punya hutang, maka dia tidak akan masuk surga sampai hutangnya itu dilunasi.

Apakah Hukumnya Menunda membayar Hutang Puasa Hingga Ramadhan Berikutnya? ngeri hukumnya

This post have 0 comments


Next article Next Post
Previous article Previous Post