Ceramah dan Kultum Ramadhan Singkat : 3 Nasihat Rasulullah SAW

Ceramah dan Kultum Ramadhan Singkat : 3 Nasihat Rasulullah SAW


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ؛



Izzul Islam. Segala puji bagi Allah, kita memuji-Nya dan meminta pertolongan, pengampunan, dan petunjuk-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita dan keburukan amal kita. Barang siapa mendapat dari petunjuk Allah maka tidak akan ada yang menyesatkannya, dan barang siapa yang sesat maka tidak ada pemberi petunjuk-Nya baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya. Ya Allah, semoga doa dan keselamatan tercurah pada Muhammad dan keluarganya, dan sahabat dan siapa saja yang mendapat petunjuk hingga hari kiamat

Hadirin Wal Hadirat yang di rahmati Oleh Allah SWT
 
Pada kesempatan ini saya ingin mebawakan sebuah kultum dengan judul 3 Nasihat Rasulullah SAW yang jika kita dengarkan mendapatkan satu kebaikan dan jika kita amalkan maka kebaikan itu akan berlipat-lipat.

Dari Abu dzar Jundud bin Junadah dan Abu Abdurahan bin Jabal, bahwa Rasulullah SAW pernah menyampaikan tiga buah nasihat yakni Bertaqwalah kepada Allah SWT, kemudian mengganti kesalahan dengan perbuatan yang baik dan bergaulah sesama manusia dengan ahlak terpuji.

1. Pesan Yang Pertama Adalah : Bertaqwalah Dimana Saja

Taqwa adalah bentuk kepatuhan kepada Allah SWT menjauhi segala larangan dan mengerjakan perintahnya, percaya bahwa Allah SWT selalu mengawasi dan takut kepada-nya serta hanya mengharapkan Ridho tidak lain hanya dari Allah SWT. Berdasarkan percakapan dari dua orang sahabat yakni Umar dan Ubay bin Ka;ab RA yakni suatu ketika Umar bertanya kepada saudaranya Ubay bin Ka'ab, apakah Taqwa itu? lalu Ubay menjawab dengan pertanyaan: "apakah kamu pernah melalui jalan berduri?" Umar menjawab: "Ya, Pernah" Ubay menyambungnya: "Lalu apakah yang engkau lakukan?" Umar menjawab: "aku berhati-hati, waspada dan penuh keseriusan." Maka ubay berkata: "demikianlah pula Taqwa".

Sementara menurut sayyid Qutub, Taqwa adalah sebuah bentuk kepekaan hati, kehalusan perasasaan dan rasa Khawatir yang terus menerus terhadap seluruh duri dan halangan dalam kehidupan. Perasaan ini taqwa seseorang ini selalu berubah-ubah oleh karena kita sebagai umat muslim harus senangtiasa berusaha untuk terhindar dari perbuatan yang menjauhkan kita dari ketaqwaan kepada Allah SWT. 

Allah SWT berfirman dan QS: Al-Imran

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

Taqwa itu harus di bawah kemana saja dan kapan saja, karena islam tidka mengajarkan kita bahwa Taqwa hanya ada di masjid-masjid, dipengajian, di taklim-taklim, karena kematian bisa saja menjemput kita dimana saja, di pasar, di tempat perjudian, di kamar, bahkan tempat dimana manusia tidak bisa menemukannya, kematian pasti tetap menjemput. Oleh karena mari kita sama-sama tingkatkan ketaqwaan dimana saja dan kapa saja.

2. Pesan yang kedua adalah : kebaikan akan menghapuskan dosa.

Sungguh setiap manusia adalah tempat kesalahan dan tidak luput dari dosa. Bahkan Rasulullah SAW sendiri seorang manusia yang tidak luput dari salah dan bahkan beberapa kali mendapatkan teguran dari Allah SWT. Rasulullah SAW yang telah dijamin masuk surga oleh Allah SWT tetap senang tiasa untuk bertaubat sebanyak 70 kali dalam sehari semalam, bagaimana dengan kita umat akhir jaman yang menjadi sumber kerusakan di muka bumi.

Namun sungguh Allah SWT maha pengasih dan maha penyayang. Iblis yang hanya melakukan satu kesalahan di Surga langsung mendapatkan Laknat sedangkan kita manusia masih diberi kesempatan bertaubat sampai selama ajal belum mencapai urat nadi.

Perbanyaklah sedekah, karena Sedeqah itu menghapus dosa dan kurangilah iri karena iri bahkan menghapus amalan, seperti sabda Rasulullah SAW:
 
وَالصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ

“Dan sedekah menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR. at-Tirmidzi, no. 614)

3. Pesan yang ke tiga adalah : Ahlak yang Terpuji

Islam adalah agama rahmatan lil Alamin, yakni rahmat bagi seluruh ala semesta sehingga jika ia adalah seorang islam namun tidak menjadi baik bagi sesama manusia dan bagi alam maka perlu dipertanyakan.

Islam mengajarkan kita banyak hal tentang ahlak yang baik. Bahkan dalam suatu riwayat Rasulullah SAW menggolangkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kiamat adalah orang-orang yang memuliakan tetangga

ياَ أَباَ ذَرٍّ إِذَا طَبِخْتَ مِرْقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَ الْمِرْقَةِ، وَتُعَاهِدُ جِيْرَانَكَ، أَوِ اقْسِمْ فِي جِيْرَانِكَ

“Wahai Abu Dzar, apabila engkau membuat suatu masakan, maka perbanyaklah kuahnya. Kemudian undanglah tetanggamu atau engkau dapat membaginya kepada mereka.” [Hadits nomor 114 pada kitab asli]. (Shahih) Lihat Zhilalul Jannah (1052), As Silsilah Ash Shahihah (1368): [Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Shilah wal Adab, hal. 142-143. Muslim: 5-Kitab Al Masaajid, hal. 239]

54- Bab Tetangga Terbaik -63


Dari Abdullah ibnu ‘Amru ibnul ’Ash dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda,
 
خَيْرُ اْلأَصْحَابِ عِنْدَ اللهِ تَعَالَى خَيْرُهُمْ لِصَاحِبِهِ، وَخَيْر الْجِيْرَانِ عِنْدَ اللهِ [تَعَالَى] خَيْرُهُمْ لِجَارِهِ

“Teman terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan temannya. Dan tetangga terbaik di sisi Allah adalah mereka yang terbaik dalam berinteraksi dengan tetangganya.” (Shahih) Lihat Ash Shahihah (103): [At Tirmidzi: 25-Kitab Al Birr wash Shilah, 28-Bab Maa Jaa-a fi Haqqil Jaar]

Perintah untuk berbuat baik tidak banya hanya Tetangga  yang tinggal sebelah rumah kita, tapi juga seluruh orang-orang yang ada di dekat kita, teman kerja, para pembeli, seluruh saudara muslim, dan bahkan orang non muslim yang tidak memerangi kita, mereka semua adalah orang-orang yang harus dimuliakan.

demikianlah tiga pesan yang disampaikan oleh Rasulullah semoga kita termasuk ke dalam orang-orang demikian, sekiranya tidak maka mari kita sama-sama berupaya untuk menjadi golongan dari ketiga pesan tersebut.

Ceramah dan Kultum Ramadhan Singkat : 3 Nasihat Rasulullah SAW terbaru

0 Response to "Ceramah dan Kultum Ramadhan Singkat : 3 Nasihat Rasulullah SAW"

Posting Komentar